Rabu, 15 September 2010

Tertawa Itu Bisa Menular

Kamis, 16/09/2010 08:15 WIB
Vera Farah Bararah - detikHealth

London, Jika melihat orang tertawa atau membaca suatu cerita yang mendeskripsikan tentang tertawa, tanpa disadari seseorang akan ikut tersenyum atau tertawa. Jika menguap bisa menular, tertawa bisa menular.

Berdasarkan sebuah studi terbaru menunjukkan bahwa tertawa memang benar-benar bisa menular. Otak akan merespons suara tawa dan menghubungkan otot-otot wajah sebagai persiapan untuk bergabung dengan ekspresi kegembiraan tersebut.

"Hasil ini menunjukkan bahwa hal tersebut adalah benar, yaitu tertawalah maka seluruh dunia akan ikut tertawa bersama dengan Anda," ujar Sophie Scott, seorang ilmuwan syaraf di University College London, seperti dikutip dari MSNBC, Kamis (16/9/2010).


Lebih lanjut Scott menuturkan sejak beberapa waktu lalu, peneliti telah mengetahui ketika seseorang berbicara dengan orang lain, maka hal tersebut sering menjadi cermin perilakunya.

Tanpa disadari seserang akan menyalin kata-kata yang didengar dan menirukan gerak tubuh orang lain. Sepertinya hal ini juga berlaku untuk kondisi tertawa, setidaknya pada tingkat otak.

Scott dan rekan-rekan peneliti melakukan analisa serangkaian suara terhadap partisipan dan mengukur respons di otaknya dengan fMRI scanner. Beberapa suara seperti tertawa atau teriak kemenangan termasuk dalam suara positif, sedangkan suara menjerit atau muntah-muntah termasuk dalam suara negatif.

Semua suara ini akan memicu respons di daerah premotor kortikal di otak yang menyiapkan otot di wajah untuk bergerak sesuai dengan suara yang didengar.

"Respons akan jauh lebih tinggi dan lebih menular terhadap suara positif daripada suara negatif. Hal inilah yang memaksa seseorang ikut tersenyum ketika melihat atau mendengar orang lain tertawa," ungkap Scott.

Scott menambahkan timnya juga menguji gerakan otot wajah saat suara dimainkan, yang hasilnya orang cenderung tersenyum ketika mendengar suara tawa. Tapi tidak membuat wajah ikut tersedak ketika mendengar suara muntah. Hal ini menunjukkan bahwa tubuh cenderung menghindari emosi dan suara negatif.

"Masyarakat biasanya menghadapi emosi positif seperti tertawa atau bersorak sorai dalam kondisi berkelompok, sehingga secara otomatis otak akan meresponsnya dengan ikut tertawa atau tersenyum. Hal ini juga sesuatu yang dapat membantu interaksi sosial dan membangun ikatan yang kuat antar individu," ungkapnya.

Beberapa ilmuwan berpikir nenek moyang manusia mungkin tertawa lebih dulu dalam kelompoknya sebelum bisa berbicara, sehingga kemungkinan tertawa merupakan pelopor dari bahasa.

sumber: http://health.detik.com/read/2010/09/16/081543/1441441/763/tertawa-itu-bisa-menular?l991101755

Senin, 05 Juli 2010

Info Mahasiswa: Slide MK PPSDM


Training is an activity planned by the companies / institutions to facilitate the learning process of employees to achieve competence in the job (Noe, 2002). The purpose of training is that employees can master the knowl ¬ knowledge, skills and behaviors that are drilled in the training program so that it can be applied in their daily activities ¬ day / current needs.

Development programs typically include elements of the planned lessons, experiences and often supported by coaching and counseling facilities (Armstrong 1992). According to Noe (2002), development, referring to formal education, work experience, interpersonal relationships and appraisal (assessment) of the personality and abilities that can help employees prepare themselves for the future.

Below is a slide course material HR Training & Development ...


session 1 : "concept of learning psychology" click here
session 2 : "HR training & development" click here
session 3 : "purpose & role of PPSDM" click here
session 4 : "qualification of trainer" click here
session 5 : "trainee" click here
session 6 : "training design" click here

session 7 : "training needs analysis" click here
session 8 : "methods of training" click here
session 9 : "session of training" click here
session 10 : "management of training class" click here
session 11 : "presenting skill" click here
session 12 : "training evaluation" click here

Selasa, 27 April 2010

Selasa, 20 April 2010

Artikel Positif - 5 Langkah Membuka Pintu Kreatifitas

KapanLagi.com - Seringkali kita menyebut seseorang yang pandai menulis atau berhasil membuahkan hasil karya seni lukis, sebagai seorang yang kreatif. Namun sebenarnya, yang disebut kreatifitas sejati, lebih baik dari apa yang dapat kita definisikan. Pada dasarnya, kreatifitas tak hanya dapat dilihat dari inovasi yang diciptakan oleh seorang penemu yang giat menciptakan hal-hal baru. Bahkan, kemampun mengatur waktu bagi seorang ibu yang memiliki tiga anak, juga dapat disebut kreatifitas. Jadi, sebenarnya kita semua dapat jadi seorang yang kreatif asalkan tidak menutup pintu kreatifitas kita sendiri. Berikut kami sampaikan lima langkah agar kita dapat membuahkan kreatifitas.


Langkah Pertama – Buat pilihan untuk jadi kreatif. Pertama, Anda harus menghapus pandangan tentang kretaif yang telah tertanam dalam kepala Anda, sebab, kalau masih memikirkan kreatif dalam artian sempit, akan sulit bagi Anda untuk membuka pintu kretifitas. Bangun tekad dalam pilihan Anda ini dan petakan definisi kreatif dari diri Anda sendiri, sertai pula dengan semua kriterianya guna mempermudah pencapaian. Ekspresikan kreatifitas Anda dalam salah satu saluran tradisional (seni, musik , puisi dsb), atau lebih bagus lagi jika Anda menemukan cara baru Anda sendiri.

Langkah Kedua – Perluas cakrawala Anda. Kreatifitas biasanya tak datang dari wilayah yang telah Anda kenal. Menumbuhkan imajinasi kadangakala mengharuskan kita untuk memperluas cakrawala, namun seringkali untuk memulainya, kita tak pernah mengambil resiko keluar dari zona aman kita sendiri. Anda mungkin bisa memulai dengan mengunjungi tempat-tempat yang berbeda, misalnya mengunjungi kota yang berbeda, atau bahkan toko atau tempat makan yang berbeda dari biasanya. Pelajari sesuatu yang baru. Kalau perlu ikutlah kursus dan bangun ketrampilan dalam bidang yang berbeda. Dan itu semua akan merangsang daya imajinasi Anda untuk berkreasi.

Langkah Ketiga – Buatlah langkah berani. Salah satu bagian dalam mengeksplorasi kreatifitas adalah mengambil sebuah kesempatan dan berani bertindak. Sisi tambahannya, ada banyak aturan di sini, jadi semua usaha tak akan sia-sia dan membawa keutungan.

Langkah Keempat – Harapkan sedikit kegagalan... .dan jadikan dorongan untuk maju. Salah satu alasan utama menutup pintu kreatifitas adalah adanya ketakutan akan kegagalan. Sekali jatuh, atau bahkan mungkin beberapa kali, tak membuat Anda lebih nyaman dalam meghindari kegagalan. Jika ini benar, tak satupun dari kita yang melakukan usaha belajar berjalan. Banyak dari inovasi mengagumkan di dunia ini bermula dari 'kegagalan.' Bahkan Thomas Edison harus melakukan usaha 50.000 kali hingga ia berhasil menemukan baterei alkalin yang masih kita gunakan hingga kini.

Langkah Kelima – Kenali pencapaian Anda. Seringkali, kita semua melakukan kreatifitas atau membuat sesuatu yang baru, dan saat seseorang memberi pujian, kita lebih senang mengelaknya. Jangan memandang rendah setiap hasil yang Anda capai, bahkan meskipun itu hanya sedikit peningkatan. Jika Anda terus mengelak hasil usaha yang Anda capai, itu dapat menutup pintu kretifitas Anda. Jika Anda membuat sebuah kemajuan, yakinkan Anda menghargaiitu, bahkan kalau perlu rayakan bersama teman atau keluarga. (art/erl)

Minggu, 21 Maret 2010

Info Mahasiswa: Slide MK Pelatihan & Pengembangan SDM

Pelatihan adalah suatu kegiatan yang direncanakan oleh perusahaan/institusi untuk memfasilitasi proses belajar karyawan untuk mencapai kompetensi dalam pekerjaannya (Noe, 2002). Tujuan pelatihan adalah agar karyawan dapat menguasai penge­tahuan, keterampilan dan perilaku yang dilatihkan dalam program pelatihan sehingga dapat diaplikasikan dalam kegiatan mereka sehari-­hari/kebutuhan saat ini.

Program pengembangan biasanya meliputi elemen dari pelajaran yang direncanakan, pengalaman dan seringkali didukung oleh fasilitas coaching dan konseling (Amstrong 1992). Menurut Noe (2002), pengembangan, mengacu pada pendidikan formal, pengalaman kerja, hubungan interpersonal serta penilaian (assessment) terhadap kepribadian dan kemampuan yang dapat membantu karyawan mempersiapkan diri untuk masa yang akan datang.

Di bawah ini merupakan slide materi mata kuliah Pelatihan & Pengembangan SDM...

pertemuan 1 : "konsep psikologi belajar" silahkan klik di sini
pertemuan 2 : "pelatihan & pengembangan SDM" silahkan klik di sini
pertemuan 3 : "tujuan & peranan PPSDM" silahkan klik di sini
pertemuan 4 : "kualifikasi trainer" silahkan klik di sini
pertemuan 5 : "trainee" silahkan klik di sini
pertemuan 6 : "perancangan training" silahkan klik di sini

pertemuan 7 : "
pertemuan 8 : "
pertemuan 9 : "
pertemuan 10: "
pertemuan 11: "
pertemuan 12: "

Jumat, 19 Maret 2010

Artikel Positif : A – Z Keberhasilan

Menurut pakarnya, manusia sukses tidak cuma dari IQ saja. Peran EQ (Emotional Intelli- gence) pada kesuksesan bahkan melebihi porsi IQ. Seorang pakar EQ bernama Patricia Patton memberikan tips bagaimana kita menemukan dan memupuk harga diri, yang disebutnya alfabet keberhasilan pribadi.

Yuk kita lihat apa maksudnya:

A: Accept.
Terimalah diri anda sebagaimana adanya.
B: Believe.
Percayalah terhadap kemampuan anda untuk meraih apa yang anda inginkan dalam hidup.
C: Care.
Pedulilah pada kemampuan anda meraih? apa yang anda inginkan dalam hidup.
D: Direct.
Arahkan pikiran pada hal-hal positif yang meningkatkan kepercayaan diri.

E: Earn.
Terimalah penghargaan yang diberi orang lain dengan tetap berusaha menjadi yang terbaik.
F: Face.
Hadapi masalah dengan benar dan yakin.
G: Go.
Berangkatlah dari kebenaran.
H: Homework.
Pekerjaan rumah adalah langkah penting untuk pengumpulan informasi.
I: Ignore.
Abaikan celaan orang yang menghalangi jalan anda mencapai tujuan.
J: Jealously.
Rasa iri dapat membuat anda tidak menghargai kelebihan anda sendiri.
K: Keep.
Terus berusaha walaupun beberapa kali gagal.
L: Learn.
Belajar dari kesalahan dan berusaha untuk tidak mengulanginya.
M: Mind.
Perhatikan urusan sendiri dan tidak menyebar gosip tentang orang lain.
N: Never.
Jangan terlibat skandal seks, obat terlarang, dan alkohol.
O: Observe.
Amatilah segala hal di sekeliling anda.
Perhatikan, dengarkan, dan belajar dari orang lain.
P: Patience.
Sabar adalah kekuatan tak ternilai yang membuat anda terus berusaha.
Q: Question.
Pertanyaan perlu untuk mencari jawaban yang benar dan menambah ilmu.
R: Respect.
Hargai diri sendiri dan juga orang lain.
S: Self confidence, self esteem, self respect.
Percaya diri, harga diri, citra diri, penghormatan diri akan membebaskan kita dari saat-saat tegang.
T: Take.
Bertanggung jawab pada setiap tindakan anda.
U: Understand.
Pahami bahwa hidup itu naik turun, namun tak ada yang dapat mengalahkan anda.
V: Value.
Nilai diri sendiri dan orang lain, berusahalah melakukan yang terbaik.
W: Work.
Bekerja dengan giat, jangan lupa berdoa.
X: X'tra.
Usaha lebih keras membawa keberhasilan.
Y: You.
Anda dapat membuat suatu yang berbeda.
Z: Zero.
Usaha nol membawa hasil nol pula.

Sumber: Shanrani Crozier. Florida, USA